Ciptakan Karakter Gay, Studio Game Ini Jadi Perusahaan Terburuk?
Electronic Arts bisa dianggap sebagai salah satu studio game terbesar dunia. Dengan membuat berbagai game populer di berbagai konsol dan perangkat, EA menjadi salah satu pemain besar di industri game yang patut diperhatikan.
Tapi EA dinobatkan sebagai "Perusahaan Terburuk Tahun Ini" versi Consumerist. Dilansir dari laman Cnet, Selasa (9/4/2013), ternyata EA mendapat predikat sebagai perusahaan terburuk untuk kedua kalinya, setelah tahun lalu mendapat gelar yang sama.
Menanggapi ini, Kepala Operasional (COO) EA Peter Moore pun mencoba untuk cari penyebabnya. Secara umum, Moore tak percaya bahwa EA bisa terpilih sebagai perusahaan terburuk.
"Ini poling yang sama yang menghakimi kami sebagai perusahaan yang lebih buruk dari perusahaan yang bertanggung jawab atas kebocoran minyak terbesar di sejarah, atau penyebab krisis keuangan," tulis Moore di blognya.
Peter Moore pun mencoba merinci satu persatu. Pertama, Moore menduga ada kaitannya dengan game SimCity yang baru saja dirilis EA. Game simulasi kota ini memang menjadi sorotan karena dikabarkan tak bisa dimainkan secara offline dan harus selalu terhubung ke internet.
"Tidak benar. Banyak orang yang meragukan itu (SimCity harus selalu terhubung ke internet). Tapi kami jelaskan, itu tidak benar. Titik," ucap Moore.
Moore kemudian menduga, ada kemungkinan EA dianggap serakah karena selalu menghadirkan game berbayar. Namun ini dianggap tak mungkin jadi penyebab utama dipilihnya EA jadi perusahaan terburuk. "Puluhan juta orang masih bermain dan mencintai game-game itu," tutur Moore.
Moore pun menduga kuat ada alasan politis yang menyebabkan EA dipilih sebagai perusahaan terburuk. Penyebabnya adalah kebijakan perusahaan di EA yang terkait Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender (LGBT).
Dilansir dari laman Geeky Gadgets, selama ini EA memang memiliki kebijakan tak menilai karyawan berdasarkan orientasi seks. Jadi karyawan di EA diperbolehkan untuk mengaku gay, karena penilaian perusahaan berdasarkan profesionalisme dan bukan orientasi seks.
Selain itu, menurut Moore, EA juga sering mendapat protes karena gamer diizinkan membuat karakter LGBT di game-game produksi EA. "Minggu ini, kami melihat situs konservatif yang mendesak orang-orang untuk memprotes kebijakan LGBT kami dengan cara memilih EA sebagai perusahaan terburuk di Amerika," tulis Moore.
Meski begitu, Moore mengaku tak kecewa dengan hasil poling tersebut. "Kami bisa berbuat lebih baik," ungkap Moore. "Pohon tertinggi memang sering dihembus oleh angin paling kencang. Di EA kami tetap bangga dan tak akan tunduk," tutup Moore dalam blog di situs EA itu.
© TAMORANEWSCOM

